Dari Keterbatasan Menuju Eksistensi, Kisah Perjuangan PKS Dompu di Milad ke-24
DOMPU — Dalam rangka memperingati Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera, DPD PKS Dompu menggelar kegiatan Napak Tilas Milad PKS yang dihadiri oleh para Ketua DPD PKS Dompu dari generasi ke generasi, jajaran DPTD, Ketua dan Sekretaris Bidang, Anggota Pelopor, Anggota Penggerak, Pengurus DPC, serta para simpatisan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang perjuangan dakwah PKS di Kabupaten Dompu yang dimulai dari penuh keterbatasan hingga mampu tumbuh dan terus hadir melayani masyarakat.
Dalam sesi napak tilas, Ketua DPD PKS Dompu pertama, Ir.H.Hendri Atrimus, MBA membagikan kisah awal berdirinya PKS Dompu pada tahun 2002. Ia menceritakan bagaimana perjuangan dimulai tanpa fasilitas memadai, tanpa kantor, tanpa kendaraan, bahkan tanpa dukungan logistik yang cukup. Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi semangat perjuangan para kader saat itu.
“Tanpa kantor, tanpa mesin tik dan komputer, tanpa kendaraan dan tanpa uang kas, tetapi di situlah spirit perjuangan itu dimulai,” ungkapnya.
Ia juga mengenang bagaimana para kader generasi awal terus bergerak melakukan konsolidasi hingga ke kecamatan dan desa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan demi menjaga eksistensi partai dakwah di Dompu.
Dalam kisah perjuangan Pemilu 2004, Hendri Atrimus menceritakan bahwa PKS Dompu saat itu menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari minimnya sumber daya hingga sulitnya mencari calon legislatif. Namun berkat semangat kebersamaan, doa, dan keyakinan, PKS akhirnya berhasil meraih satu kursi di DPRD Dompu.
“Satu kursi itu bukan sekadar kemenangan politik, tetapi izin Allah agar PKS tetap eksis dan terus memperjuangkan pelayanan untuk masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Napak Tilas Milad PKS ke-24 ini diharapkan mampu menghadirkan kembali ruh perjuangan para pendahulu dalam diri setiap kader, terutama nilai keikhlasan, pengorbanan, loyalitas, dan keteguhan dalam berdakwah dan melayani masyarakat.
DPD PKS Dompu berharap semangat perjuangan generasi awal tersebut dapat menjadi bekal bagi seluruh kader dalam melanjutkan estafet perjuangan hari ini dan menghadapi tantangan dakwah di masa yang akan datang.