Napak Tilas Generasi Kedua; Dari Satu Kursi Menuju Tiga Kursi
DOMPU — Dalam rangkaian kegiatan Napak Tilas Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera, DPD PKS Dompu menghadirkan kembali kisah perjuangan generasi kedua kepemimpinan PKS Dompu yang penuh dengan semangat pengorbanan, konsolidasi, dan penguatan struktur partai.
Catatan perjuangan tersebut disampaikan oleh Buhri Ramadhan yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris DPD PKS Dompu mendampingi almarhum Ketua DPD PKS Dompu periode kedua H.Abdullah, S.Kel.
Dalam penyampaiannya, Buhri Ramadhan mengenang bagaimana perjalanan PKS Dompu pada periode 2008 dimulai dengan penuh keterbatasan, namun memiliki semangat besar untuk terus tumbuh dan memperluas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami memulai perjuangan dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kantor sederhana, kader yang sedikit, dan akses yang tidak mudah. Tetapi semangat kader saat itu luar biasa untuk membesarkan PKS di Dompu,” ungkapnya.
Ia menceritakan, sepulang dari Mukernas PKS tahun 2008 di Bali yang mengusung tagline “PKS Partai Terbuka”, PKS Dompu langsung menghadapi agenda politik besar, mulai dari Pilgub NTB hingga persiapan Pemilu Legislatif 2009.
Dalam menghadapi Pemilu 2009, PKS Dompu bertekad mempertahankan eksistensi partai dengan target menghadirkan satu kursi di setiap daerah pemilihan. Meski dengan keterbatasan kader dan sumber daya, PKS berhasil mempertahankan satu kursi DPRD di Dapil 1 melalui almarhum H. Abdullah, S.Kel.
Menurut Buhri Ramadhan, perjuangan saat itu tidak hanya dilakukan melalui kontestasi politik, tetapi juga dengan memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan melalui pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat.
“Almarhum H. Abdullah tidak hanya bergerak sebagai anggota DPRD, tetapi juga sebagai Ketua DPD yang aktif membangun jaringan dan struktur partai sampai ke kecamatan-kecamatan,” tuturnya.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Pemilu Legislatif 2014. Dengan strategi menghadirkan caleg potensial di setiap dapil dan dukungan penuh kader, PKS Dompu berhasil meraih tiga kursi DPRD sekaligus membentuk fraksi utuh di parlemen.
“Tahun 2014 menjadi salah satu momentum penting karena PKS berhasil memiliki wakil di seluruh dapil dan mulai semakin diperhitungkan,” katanya.
Selain itu, perjalanan politik PKS Dompu juga diwarnai perjuangan dalam Pilkada NTB 2013 dan Pilkada Dompu 2015. Meski menghadapi berbagai tantangan, kader PKS tetap menunjukkan loyalitas dan militansi dalam setiap perjuangan politik.
Buhri Ramadhan menegaskan bahwa capaian PKS Dompu hari ini tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan pengorbanan dan kebersamaan kader dari generasi ke generasi.
“Kalau hari ini PKS Dompu bisa tumbuh dan memiliki struktur yang kuat, itu semua adalah hasil perjuangan panjang para kader terdahulu yang bekerja dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya.
Kegiatan Napak Tilas Milad ke-24 ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk terus menjaga semangat perjuangan, loyalitas, dan pengabdian dalam melanjutkan estafet dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.