Berita PKS Dompu

Napak Tilas Generasi Ketiga, Menjaga Soliditas Menuju Konsolidasi Perjuangan

Admin
17 May 2026
31 Views
Napak Tilas Generasi Ketiga, Menjaga Soliditas Menuju Konsolidasi Perjuangan

DOMPU — Dalam rangkaian kegiatan Napak Tilas Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera, DPD PKS Dompu kembali menghadirkan refleksi perjalanan perjuangan partai dari generasi ke generasi. Kali ini, kisah perjuangan pada masa kepemimpinan Ketua DPD PKS Dompu periode ketiga disampaikan sebagai bagian dari upaya merawat ingatan perjuangan kader.

Pada periode tersebut, amanah kepemimpinan DPD PKS Dompu diemban oleh Nasarudin, SH setelah terpilih melalui mekanisme musyawarah dan pemilu internal partai menggantikan almarhum H. Abdullah. Dalam kepengurusan itu juga dibentuk posisi Wakil Ketua DPD untuk memperkuat kerja-kerja organisasi dan menjaga stabilitas perjuangan partai.

Salah satu tantangan terbesar pada periode itu adalah menjaga soliditas kader dan struktur partai di tengah berbagai dinamika politik daerah yang terus berkembang.

“Tugas utama saat itu adalah menjaga kekompakan kader dan memastikan struktur partai tetap bergerak dalam situasi apa pun,” ungkap Buhri Ramadhan, ST yang menjabat Wakil Ketua DPD PKS Dompu saat itu.

Pada masa kepemimpinan ini, PKS Dompu melanjutkan proses perjuangan Pilkada Dompu yang sebelumnya telah dirintis oleh pengurus terdahulu dengan mengusung pasangan H. Mulyadi dan Kurniawan Ahmadi. Mesin politik PKS bergerak secara maksimal meski dengan berbagai keterbatasan dukungan politik dan logistik.

Namun setelah melalui proses perjuangan panjang, pasangan usungan PKS belum berhasil memenangkan kontestasi Pilkada Dompu.

“Walaupun hasilnya belum sesuai harapan, kader tetap bekerja, berjuang, dan berkorban dengan penuh loyalitas untuk memenangkan perjuangan partai,” ujarnya Buhri.

Pasca Pilkada Dompu, PKS kembali melakukan konsolidasi dan mempersiapkan diri menghadapi Pilgub NTB 2018 dan Pemilu Legislatif 2019. Pada Pilgub NTB, PKS mengusung kader terbaiknya, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc berpasangan dengan Sitti Rohmi Djalilah.

Kemenangan pasangan tersebut dalam Pilgub NTB 2018 menjadi momentum penting yang membangkitkan optimisme kader PKS di daerah, termasuk di Kabupaten Dompu.

“Pilgub NTB 2018 menjadi salah satu momentum kebangkitan semangat kader karena PKS berhasil memenangkan kontestasi tingkat provinsi,” katanya.

Memasuki Pemilu Legislatif 2019, PKS Dompu memasang target besar dengan harapan seluruh dapil dapat terisi wakil PKS di DPRD. Seluruh potensi partai dikerahkan, mulai dari penguatan struktur, kaderisasi, hingga menghadirkan caleg-caleg potensial untuk mendongkrak suara partai.

Namun hasil pemilu belum sepenuhnya sesuai target. PKS Dompu hanya berhasil mempertahankan dua kursi DPRD, yakni di Dapil 1 dan Dapil 4 Kempo-Pekat.

Meski demikian, para kader tetap menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperkuat perjuangan di masa berikutnya.

“Kita belajar bahwa perjuangan politik membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kekuatan ukhuwah. Karena tidak semua proses langsung menghasilkan kemenangan,” ungkapnya.

Selepas Pileg 2019, PKS Dompu kembali menghadapi Pilkada Serentak 2020. Dalam proses tersebut, dinamika penentuan calon berlangsung cukup panjang hingga akhirnya PKS memutuskan mengusung pasangan Umi Eri dan H. Ichtiar.

Meski telah berjuang maksimal menghadapi pasangan lawan yang kuat, pasangan usungan PKS kembali belum berhasil memenangkan Pilkada Dompu.

Kegiatan Napak Tilas Milad ke-24 ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk memahami bahwa perjalanan PKS Dompu dibangun melalui proses panjang yang penuh dinamika, pengorbanan, dan kerja kolektif seluruh kader dari generasi ke generasi.