Pelantikan Anggota Madya dan Dewasa NTB, Johan Rosihan Ingatkan Kerja Terukur, Teratur, dan Terstruktur
SUMBAWA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Johan Rosihan menghadiri Pendidikan dan Pelantikan Calon Anggota Madya dan Dewasa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 25 April 2026.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Sumbawa Besar Johan Rosihan mengajak seluruh kader PKS Pulau Sumbawa untuk memperkuat arah gerakan dakwah dan politik yang lebih terukur, teratur, dan terstruktur (3T).
Dalam arahannya, Johan Rosihan menegaskan bahwa gerakan kader tidak boleh berjalan secara spontan atau ‘afawiyyah’ (sekenanya), melainkan harus memiliki kejelasan tujuan dan pola kerja yang sistematis.
“Gerak kita tidak boleh sekadar berjalan tanpa arah. Harus jelas ujung dan pangkalnya. Ada ukuran, ada keteraturan, dan ada struktur yang mengikat,” tegasnya.
Dijelaskan Johan, terdapat tiga mata rantai gerak yang menjadi kunci lahirnya aksi nyata dalam perjuangan kader, yaitu gerakan yang terukur (muqaddar), teratur (murattab), dan terstruktur (munadzam).
Ketiga hal ini, menurut Johan yang juga menjabat Ketua Biro Organisasi DPP PKS menjadi fondasi penting dalam membangun efektivitas gerakan jamaah. Menurutnya apabila tiga hal ini terpenuhi, maka yang lahir adalah aksi nyata.
“Tapi kalau tidak, kita hanya akan sibuk bereaksi terhadap keadaan. Padahal yang dibutuhkan umat hari ini adalah aksi, bukan sekadar reaksi,” sambung Legislator Senayan jebolan Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa tersebut.
Johan Rosihan juga lantas mengibaratkan pentingnya keterpaduan gerakan kader seperti tasbih. Dimana setiap butir memiliki ukuran yang sama, terhubung dalam satu arah, dan diikat oleh satu tali yang kokoh.
“Jamaah ini harus seperti tasbih. Kuat karena terikat, rapi karena teratur, dan bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Pimpinan Badan Penganggaran (Banggar) MPR RI tersebut.
Dalam kesempatan itu, Johan Rosihan juga mengajak kader madya dan dewasa PKS agar menjadi solusi di tengah masyarakat, dengan kerja-kerja nyata yang berdampak dan berkelanjutan. Kader PKS harus tampil sebagai pelaku perubahan. Tidak menunggu masalah datang, tetapi hadir lebih awal dengan solusi.
“Kader PKS harus senantiasa siap dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan politik ke depan” pungkasnya.